Apakah belajar itu?

Sebagai akademisi, boleh jadi kita telah berbilang tahun menggeluti kajian pendidikan, atau mungkin praktisi pendidikan. Namun, apapun itu kita seringkali dilanda kebingungan saat muncul pertanyaan mendasar dari seseorang “Apa sih sebenarnya belajar?” Berikut saya senaraikan hakikat “belajar”, yang saya kutip dan ambil dari berbagai sumber buku dan artikel di internet.

  1. Belajar adalah perubahan yang relatif menetap dan terjadi karena adanya pemahaman, praktek atau pengalaman.
  2. Belajar dapat merupakan :
    a. penambahan (hal yang baru)
    b. pengurangan (kebiasaan salah)
    c. modifikasi.
  3. Belajar pada dasarnya adalah usaha yang disengaja, namun dapat pula berlangsung tanpa disadari.
  4. Belajar merupakan proses yang kompleks.
  5. Belajar mengandung ciri :
    a. bertambahnya jumlah pengetahuan
    b. kemampuan mengingat dan reproduksi
    c. menerapkan pengetahuan
    d. menyimpulkan makna
    e. menafsirkan dan mengkaitkan dengan realitas
    f. berubah sebagai pribadi
  6. Belajar dapat berlangsung kapan saja, dimana saja, dan dari siapa/apa saja
  7. Belajar aktif terjadi bilamana si-belajar dipacu untuk mengeksplorasi pengetahuan dan pengalaman sendiri, termasuk sikap, nilai, kepercayaan, dan motivasi diri sendiri.
  8. Belajar mandiri terjadi bilamana si-belajar secara swakarsa menginternalisasi pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang ditetapkan secara normatif, tanpa tergantung atau mendapat bimbingan langsung dari pengajar.
  9. Belajar reflektif berlangsung bilamana si-belajar mengolah rangsangan dengan mengungkap kembali pelajaran atau hal-hal yang telah dimiliki terlebih dahulu, termasuk pengalaman, sehingga melahirkan sintesa baru.

10. Kong Hu Chu (Confucius) berpendapat :
apa yang saya dengar, saya lupa
apa yang saya lihat, saya ingat
apa yang saya kerjakan, saya pahami.

11.  Silberman berpendapat :
What I hear, I forget
What I hear and see, I remember a little
What I hear, see, and discuss with someone else, I begin to understand
What I hear, see, discuss and do, I acquire knowl;edge and skill
What I teach to another, I master

12.  Komensky (Commenius, 1659) berpendapat bahwa :
– belajar harus merupakan kegiatan yang menggembirakan (merry pastime)
– konsep & prinsip abstrak harus dibangun dengan fondasi pengalaman langsung.

13.  Harris (1967) berpendapat bahwa perubahan perilaku yang efektif berlangsung dalam suasana saling peduli (asertif) : I’m OK          You’re OK

14.  Seseorang belajar :
– 10 % dari yang dibaca
– 20 % dari yang didengar
– 30 % dari yang dilihat
– 50 % dari yang dilihat dan didengar
– 70 % dari yang dikatakan
– 90 % dari yang dikatakan dan lakukan (Magnesen)

15.  Harlow (1959) berpendapat :

  1. belajar lebih merupakan usaha meniadakan strategi yang salah (error factors),     daripada memperkuat respons yang benar
  2. awal belajar berlangsung lambat, makin lama makin cepat.

16.  DePorter (1992) berpendapat bahwa kurikulum yang harmonis disusun berdasarkan falsafah bahwa :

  1. belajar harus berlangsung dalam lingkungan yang menyenangkan
  2. seluruh aspek kepribadian dikembangkan melalui berbagai pendekatan yang menantang
  3. kehormatan diri merupakan hal penting dalam membentuk pribadi yang sehat dan bahagia.

17.  Belajar akan diperkuat bila si-belajar ditugaskan untuk :
– menjelaskan sesuatu dengan bahasa sendiri
– memberikan contoh mengenai sesuatu itu
– mengenali sesuatu itu dalam berbagai keadaan dan kesempatan
– melihat hubungan antara sesuatu itu dengan fakta atau informasi lain
– memanfaatkan sesuatu itu dalam berbagai kesempatan
– memperkirakan konsekuensinya
– menyatakan hal yang bertentangan

18.  Inteligensi menurut Gardner (Intelligence Reframed, 1999) meliputi
– linguistic
– logical-mathematical
– musical
– bodily-kinesthetic
– spatial
– interpersonal
– intrapersonal
– naturalist
– spiritual
– existential

19.  Roger Sperry (1964), Dryden & Vos (1999) menemukan bahwa ke dua belahan otak besar mempunyai fungsi
yang berbeda, yaitu :

Belahan kiri Belahan kanan
Verbal Visual
Logikal/analitikal Sintetik/Kinestetik
Rational Emosional
Objektif Subjektif
Konseptual Fisikal/Spasial
Akademik Kreatif

Ke dua belahan harus dirangsang agar berfungsi secara optimum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: