Siapa yang berwenang melaksanakan ujian akhir di sekolah? (seri Ujian Nasional 3)

Dua tulisan terdahulu dalam seri Ujian Nasional telah mengantarkan kita pada pemahaman mengapa dan apa hakikat ujian dalam konteks akademis formal. Lalu sebenarnya siapa yang paling berhak menyelenggarakan ujian nasional?

Evaluasi merupakan salah satu dari empat tugas pokok guru. Keempat tugas itu adalah merencanakan, melaksanakan, menilai keberhasilan pengajaran, dan memberikan bimbingan. Dalam praktek pengajaran, keempat kegiatan pokok ini merupakan sebuah kesatuan yang padu dan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya.[1]

Dalam melaksanakan tugas mengajarnya, seorang guru berupaya untuk menciptakan situasi belajar yang memungkinkan siswa dapat belajar, memotivasi, mengajukan bahan ajar, serta menggunakan metode dan media yang telah disiapkan. Selain itu, ia mengolah dan menafsirkan hasil belajar siswa, serta mengambil keputusan untuk kepentingan peningkatan efektifitas pengajaran yang akan datang. Guna mencapai tujuan pendidikan yang optimal, guru pun memberikan bimbingan kepada siswa dengan berupaya untuk memahami kesulitan belajar yang dialami siswa, beserta latar belakangnya sekaligus memberikan bantuan untuk mengatasinya sebatas kemampuan dan kewenangannya.

Terhadap seluruh komponen kegiatan proses belajar mengajar evaluasi memberikan sumbangan yang cukup berarti. Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), fungsi penilaian digunakan sebagai acuan untuk memperbaiki kegiatan proses pembelajaran, acuan untuk menentukan kenaikan kelas dan kelulusan, alat untuk menyeleksi, alat untuk penempatan, dan alat untuk memberikan motivasi belajar siswa.[2]

Wewenang dan tanggungjawab tersebut selaras dengan pasal 58 ayat 1 dalam UU Sistem Pendidikan Nasional No.20/2003 yang menyatakan, evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. Kenyataannya, dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN) yang terjadi adalah sebaliknya. Selain merampas hak guru melakukan penilaian, UN mengabaikan unsur penilaian yang berupa proses. Pasal 58 Ayat (1) secar jelas mengingatkan bahwa urusan penilaian dan program belajar siswa bukan lagi urusan negara, melainkan urusan masing-masing pendidik. Dengan demikian pelaksanaan UN yang dilakukan Pemerintah jelas bertentangan dengan amanah UU No. 20 tahun 2003 tersebut.

Seharus kewajiban negara sebagaimana UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional sebagaimana tercantum dalam Pasal 59 Ayat (1), hanya melakukan evaluasi terhadap pengelola, satuan, jalur, jenjang, dan jenis pendidikan, dan tidak sampai pada persoalan mutu anak didik. Sementara itu masyarakat dan/atau organisasi profesi dapat membentuk lembaga mandiri untuk melakukan evaluasi sebagaimana dimaksud Pasal 58, dan ketentuannya diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP). Sebagaimana selengkapnya Pasal 59 Ayat (1) berbunyi: Pemerintah dan pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap pengelola, satuan, jalur, jenjang, dan jenis pendidikan. (2) Masyarakat dan/atau organisasi profesi dapat membentuk lembaga yang mandiri untuk melakukan evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. (3) Ketentuan mengenai evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. Kenyataan yang terjadi ternyata jauh dari apa yang diamanahkan UU Sisdiknas. Dalam UN pemerintah hanya melakukan evaluasi terhadap hasil belajar siswa yang sebenarnya merupakan tugas pendidik.


[1] Asep Jihad dan Abdul Haris, Evaluasi Pembelajaran, Yogyakarta: Multi Pressindo, 2008, h. 55

[2]Ibid., h. 56

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: