Maaf

Sungguh amat memalukan!

Sungguh, saya merasa malu dengan blog ini, yang telah saya mulakan lalu mati suri hampir dua tahun. Banyak alasan dapat saya kemukakan, diantaranya: pekerjaan yang mengharuskan sering ke luar kota; jadwal mengajar, presentasi, menjadi juri; studi lanjut yang harus saya lakukan lagi; blablabla, dan sebagai puncak,  hilangnya laptop kesayangan (yang berisi separuh kepala saya) pada awal 2009 lalu.

Namun, deret alasan tersebut tak lebih hanya sebuah rasionalisasi peristiwa dengan harapan memperoleh permakluman dari sekalian pembaca. Alasan utama sejujurnya adalah saya kurang mampu menjaga keteguhan hati.

Dalam kesempatan ini saya mohon maaf, dari hati yang paling tulus, terutama kepada Prof. Bernd Nothoffer, karena saya tidak mampu memenuhi harapan beliau. Sungguh, saya  amat menyesal dan malu.

Untuk menghapus penyesalan, saya berniat menata kembali keinginan untuk berbagi ilmu dengan pembaca yang budiman. Mari, melalui blog ini kita berbagi ilmu dan pengetahuan yang kita miliki, dengan harapan, karenanya kemanusiaan kita akan  semakin termuliakan. Berikan sumbang saran, kritik, dan opini pembanding atas apapun yang saya posting pada blog ini.

Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: